FILU! Warga Majasari Tak Pernah Tersentuh Bantuan Sosial, Cucu Terancam Putus Sekolah

FILU! Warga Majasari Tak Pernah Tersentuh Bantuan Sosial, Cucu Terancam Putus Sekolah

Prabumulih, Kamis 6 Februari 2026
Media Online Investigasi Pers
Dalam rangka kontrol sosial, tim awak media Investigasi Pers melakukan investigasi ke wilayah Kelurahan Majasari, Kecamatan Prabumulih Selatan, dan menemukan seorang warga lanjut usia yang hingga kini belum pernah tersentuh bantuan sosial pemerintah, baik PKH lansia maupun bantuan pendidikan untuk cucunya.

Warga tersebut bernama Nurhayati (60), beralamat di RT 01 RW 04 Kelurahan Majasari. Kepada awak media, Nurhayati menuturkan kisah hidupnya yang penuh keterbatasan. Ia mengaku selama ini hanya memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), tanpa bantuan sosial lainnya.

“Kadang saya menangis sendiri, melihat cucu saya tidak bisa sekolah karena tidak ada ongkos. Terpaksa dia tidak masuk sekolah,” ungkap Nurhayati dengan suara bergetar.

Nurhayati hidup bersama suaminya, Waluyo, yang bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Dalam sehari, penghasilan suaminya hanya sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000, bahkan sering kali tidak mendapatkan penghasilan sama sekali.

Ia juga mengaku pernah mengajukan bantuan melalui pihak kelurahan, namun hingga lebih dari satu tahun belum ada kejelasan.

“Saya takut nanti kalau saya meninggal, cucu saya ini mau jadi apa. Ibunya sudah meninggal saat melahirkan, dan ayahnya tidak pernah memberi kabar. Dari kecil sampai sekarang kami yang mengasuhnya,” ujarnya sambil menangis.

Nurhayati menambahkan bahwa anak-anaknya yang lain juga hidup dalam keterbatasan dan memiliki keluarga masing-masing, sementara dirinya dan suami kini sering sakit-sakitan.

“Saya sering bertanya, kenapa saya tidak dapat bantuan, padahal saya sama seperti yang lain,” katanya.

Dengan penuh harap, Nurhayati menyampaikan permohonannya kepada Wali Kota Prabumulih, Bapak H. Arlan, agar dapat mendengar jeritan hatinya dan melihat langsung kondisi kehidupannya.

“Tolong pak, kalau saya tidak diberi bantuan tidak apa-apa, tapi tolong cucu saya ini. Dia harus sekolah dan mengejar cita-citanya,” ucapnya.

Bahkan, demi pendidikan sang cucu, Nurhayati mengaku kerap menahan lapar.
“Kami kadang tidak makan, pak, demi ongkos sekolah cucu saya,” tambahnya.

Sementara itu, awak media juga mengonfirmasi Ketua RT 01 RW 04 Kelurahan Majasari, Richard Fernando, SH. Ia membenarkan bahwa Nurhayati dan suaminya pernah menyampaikan keluhan tersebut.

“Sudah saya ajukan melalui aplikasi cek bansos. Saat dicek, ternyata Ibu Nurhayati sudah memiliki akun terdaftar,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sebagai Ketua RT yang baru menjabat, dirinya telah memberikan perhatian khusus kepada keluarga tersebut.

“Langkah awal, saya membantu kebutuhan sekolah cucunya secara pribadi dan menyampaikan agar warga bisa menghubungi saya kapan saja dalam 1x24 jam,” katanya.

Menurutnya, informasi terkait kondisi Nurhayati juga ia peroleh dari warga sekitar, sehingga ia langsung mendatangi rumah yang bersangkutan.

“Kami sebagai perpanjangan tangan pemerintah akan terus mengakomodir dan melayani kepentingan warga,” tegasnya.

Pemberitaan ini disampaikan demi kepentingan publik, dengan harapan adanya perhatian serius dari pemerintah terhadap warga yang benar-benar membutuhkan, sebagaimana amanat Pasal 34 UUD 1945:

> “(1) Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
(2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.”

Team red

Belum ada Komentar untuk "FILU! Warga Majasari Tak Pernah Tersentuh Bantuan Sosial, Cucu Terancam Putus Sekolah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel