Festival kuliner viral asal Jakarta yang digelar di kawasan Citimall Prabumulih menuai gelombang kritik dari masyarakat.
Minggu, 24 Mei 2026
Tambah Komentar
PRABUMULIH – Festival kuliner viral asal Jakarta yang digelar di kawasan Citimall Prabumulih menuai gelombang kritik dari masyarakat.
Harga makanan dan minuman yang dipatok para tenant dinilai tidak masuk akal dan jauh dari kemampuan ekonomi sebagian besar warga Prabumulih.
Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit, sejumlah makanan dan minuman justru dijual mulai Rp30 ribuan hanya untuk satu porsi atau satu gelas. Kondisi itu membuat banyak warga hanya bisa melihat-lihat tanpa mampu membeli.
Warga menilai festival tersebut seolah lebih mengutamakan gengsi dan tren viral dibanding memahami kondisi nyata masyarakat daerah.
“Kalau untuk masyarakat Prabumulih, harga itu cukup mahal. Apalagi kondisi ekonomi sekarang sedang sulit,” ujar Yitno, warga Prabumulih.
Menurutnya, pelaku usaha dari luar daerah tidak seharusnya memaksakan standar harga ala Jakarta kepada masyarakat Prabumulih yang daya belinya berbeda jauh.
“Jangan bawa harga ibu kota ke daerah lalu berharap masyarakat kecil mampu membeli. Harusnya menyesuaikan,” tegasnya.
Keluhan serupa disampaikan Udin. Ia mengaku niat menikmati festival kuliner akhirnya urung karena harga yang dinilai terlalu tinggi untuk ukuran makanan ringan dan minuman biasa.
“Kalau satu minuman Rp30 ribuan, itu sudah seperti harga makan berat bagi sebagian warga. Apalagi kalau datang bersama keluarga, bisa habis ratusan ribu,” katanya.
Sejumlah warga bahkan menilai festival kuliner tersebut hanya menjadi ajang bisnis yang menyasar kalangan tertentu, sementara masyarakat kecil justru tersisih dari euforia kuliner viral yang ramai dipromosikan.
Masyarakat berharap penyelenggara maupun tenant lebih bijak menetapkan harga dan tidak menjadikan nama “viral” sebagai alasan menjual produk dengan harga tinggi di tengah lemahnya kondisi ekonomi warga.
Belum ada Komentar untuk "Festival kuliner viral asal Jakarta yang digelar di kawasan Citimall Prabumulih menuai gelombang kritik dari masyarakat."
Posting Komentar